SAHABAT PULAU - Used to Indonesian Youth for Education (IYE)
|
S
|
aat itu usia saya 21 tahun, masih sibuk dengan
kegiatan akademik di bangku kuliah. Hanya aktif di organisasi extra di kampus
akhirnya saya tertarik dengan bujukan Mba Nirma (Alumni penerima beasiswa
IELSP) yang sekaligus Instruktur saya di kampus untuk bergabung dengan
Komunitas volunteer yang sudah didirikannya bersama teman-teman angkatan
penerima beasiswa tersebut pada bulan juni 2012. Indonesian youth for education
(IYE) dengan slogan one youth for one
child membuat saya tergugah untuk turut bersukarela dalam mewujudkan
cita-cita generasi muda kita yang left-behind akan perkembangan teknologi dan
ilmu pengetahuan yang begitu pesat di daerah pelosok sana yang belum tersentuh
akan budaya modernisasi tersebut.
Setelah bergabung dengan komunitas
Sahabat Pulau yang dulunya akrab disapa IYE, saya dipercayakan oleh Mba Nirma
untuk mengelolah salah satu Rumah baca yang sempat di launching pada tanggal 1
april 2012, rumah baca pertama di sulselbar Sahabat Pulau yang diresmikan
sendiri oleh Presiden Sahabat Pulau (Bang Aco) beserta dengan pejabat dan
lapisan masyrakat setempat. Rumah baca inilah yang dikenal dengan Rumah Baca
Harapan (Rubah) cabang Kabupaten Pinrang, Sul-sel. Hal yang mengesankan dan
unforgettable adalah ketika menggiring adik-adik yang kebanyakan duduk di
sekolah dasar untuk bernyanyi, menari, dan belajar bahasa inggris di rumah
panggung yang kami gunakan sebagai secretariat Rubah Pinrang. Aktivitas kita
membuat rumah bergoyang seakan-akan tak sanggup menahan gubrakan semangat kami
belajar dan sharing bersama.
Jiwa volunteerku pun terpatri
melihat semangat, minat, dan antusias adik-adik panda (sebutan peserta didik
sahabat pulau) kala berhadapan dengan mereka. Beban lelah dan penak pun musnah
bilamana mengajarkan sesuatu yang benar-benar mereka butuhkan. Saya sendiri
tidak segan-segan memberikan reward bagi adik panda yang unggul dalam belajar
dan bermain. Tak peduli seberapa jauh jarak yang kutempuh untuk bertemu,
seberapa banyak tenaga yang terkuras, dan seberapa banyak materi yang melayang.
Tak kalah penting, dengan melihat senyuman adik-adik panda kala menyambut di
depan pintu rubah dan berlarian menjemput saya untuk bersiap-siap beraktivitas
bersama. Inilah yang membuat semangat volunteer saya bergebu-gebu untuk
berweekend bersama mereka di Rubah. “We’re not formed of cadres but they’ve made us of being the way we are.
We’re volunteering to make it much better”. Let’s volunteer!
Coordinator of Human Resource RUBAH
Pinrang
Ahmed Sardi, S.Pd.I.

No comments:
Post a Comment