Sunday, April 10, 2016

 SAHABAT PULAU - Used to Indonesian Youth for Education (IYE)



S
aat itu usia saya 21 tahun, masih sibuk dengan kegiatan akademik di bangku kuliah. Hanya aktif di organisasi extra di kampus akhirnya saya tertarik dengan bujukan Mba Nirma (Alumni penerima beasiswa IELSP) yang sekaligus Instruktur saya di kampus untuk bergabung dengan Komunitas volunteer yang sudah didirikannya bersama teman-teman angkatan penerima beasiswa tersebut pada bulan juni 2012. Indonesian youth for education (IYE) dengan slogan one youth for one child membuat saya tergugah untuk turut bersukarela dalam mewujudkan cita-cita generasi muda kita yang left-behind akan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang begitu pesat di daerah pelosok sana yang belum tersentuh akan budaya modernisasi tersebut.
Setelah bergabung dengan komunitas Sahabat Pulau yang dulunya akrab disapa IYE, saya dipercayakan oleh Mba Nirma untuk mengelolah salah satu Rumah baca yang sempat di launching pada tanggal 1 april 2012, rumah baca pertama di sulselbar Sahabat Pulau yang diresmikan sendiri oleh Presiden Sahabat Pulau (Bang Aco) beserta dengan pejabat dan lapisan masyrakat setempat. Rumah baca inilah yang dikenal dengan Rumah Baca Harapan (Rubah) cabang Kabupaten Pinrang, Sul-sel. Hal yang mengesankan dan unforgettable adalah ketika menggiring adik-adik yang kebanyakan duduk di sekolah dasar untuk bernyanyi, menari, dan belajar bahasa inggris di rumah panggung yang kami gunakan sebagai secretariat Rubah Pinrang. Aktivitas kita membuat rumah bergoyang seakan-akan tak sanggup menahan gubrakan semangat kami belajar dan sharing bersama.
Jiwa volunteerku pun terpatri melihat semangat, minat, dan antusias adik-adik panda (sebutan peserta didik sahabat pulau) kala berhadapan dengan mereka. Beban lelah dan penak pun musnah bilamana mengajarkan sesuatu yang benar-benar mereka butuhkan. Saya sendiri tidak segan-segan memberikan reward bagi adik panda yang unggul dalam belajar dan bermain. Tak peduli seberapa jauh jarak yang kutempuh untuk bertemu, seberapa banyak tenaga yang terkuras, dan seberapa banyak materi yang melayang. Tak kalah penting, dengan melihat senyuman adik-adik panda kala menyambut di depan pintu rubah dan berlarian menjemput saya untuk bersiap-siap beraktivitas bersama. Inilah yang membuat semangat volunteer saya bergebu-gebu untuk berweekend bersama mereka di Rubah. “We’re not formed of cadres but they’ve made us of being the way we are. We’re volunteering to make it much better”. Let’s volunteer!

Coordinator of Human Resource RUBAH Pinrang




Ahmed Sardi, S.Pd.I.

No comments:

Post a Comment